MINERAL Klasium (Ca)
Mineral merupakan bagian dari
tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada
tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Mineral
digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah
mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan
mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg sehari. Mineral yang tergolong ke
dalam mineral makro yaitu natrium (Na), klorida (Cl), kalium (K), kalsium (Ca),
fosfor (P), magnesium (Mg), dan sulfur (S). Mineral yang tergolong ke dalam
mineral mikro yaitu besi (Fe), seng (Zn), iodium (I), dan selenium (Se)
(Almatsier 2004).
Sumber paling baik mineral
adalah makanan hewani, kecuali magnesium yang lebih banyak terdapat di dalam
pangan nabati. Hewan memperoleh mineral dari tumbuh-tumbuhan dan menumpukkan di
dalam jaringan tubuhnya. Selain itu, mineral yang berasal dari pangan hewani
mempunyai ketersediaan biologik lebih tinggi dari pada yang berasal dari pangan
nabati.
1.
Kalsium (Ca)
Kalsium adalah salah satu
mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Menurut hasil penelitian, angka
kecukupan rata-rata kalsium yang dianjurkan adalah 500-800 mg/orang tiap
harinya dan pada usia menopause kira-kira 1000 mg/harinya (Gan, 1999).
Kalsium diperlukan oleh tubuh
karena setiap hari tubuh kehilangan kalsium melalui pengelupasan kulit, kuku,
rambut, dan juga melalui urine dan feses. Kehilangan kalsium harus diganti
melalui makanan yang dikonsumsi oleh tubuh. Jika jumlah kalsium yang diperlukan
tidak tercukupi maka dapat menimbulkan penyakit yang disebut osteoporesis.
Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pengeropos tulang
kemudian terkelupas. Akibat kekurang kalsium tulang menjadi rapuh misalnya pada
orang berusia lanjut (Sumarianto dan Nurhaida, 1985).
2. Fungsi Mineral Kalsium di
dalam Tubuh
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh,
yaitu 1,5-2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg.
Sebanyak 99% berada di dalam jaringan keras, yaitu tulang dan gigi. Kalsium
tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi
kurang lebih 2,25-2,60 mmol/l (9-10,4 mg/ 100 ml).
Kalsium mempunyai berbagai fungsi di dalam tubuh yaitu untuk transmisi
saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah, dan menjaga permeabilitas membran
sel. Selain itu, kalsium juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor
pertumbuhan (Almatsier 2004).
3. Metabolisme Kalsium dalam
Tubuh
Pada keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi
tubuh. Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan, dan menurun pada
proses menua, Kemmapuan absopsi pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan
pada semua golongan usia. Absopsi kalsium terutama terjadi di bagian atas usus
halus yaitu duodenum. Kalsium membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam keadaan
terlarut. Absopsi kalsium terutama dilakukan secara aktif dengan menggunakan
alat angkut protein pengikat kalsium. Absopsi pasif terjadi pada permukaan
saluran cerna.
Banyak faktor mempengaruhi
absorpsi kalsium. Kalsium hanya bisa diabsorpsi bila terdapat dalam bentuk
larut air dan tidak mengendap karena unsur makanan lain seperti oksalat.
Kalsium yang tidak diabsopsi dikeluarkan melalui feses. Jumlah kalsium yang
diekskresi melalui urin mencerminkan jumlah kalsium yang diabsopsi. Kehilangan
kalsium melalui urin meningkat pada asidosis dan pada konsumsi fosfor tinggi.
Kehilangan kalsium juga terjadi melalui sekresi cairan yang masuk ke dalam
saluran cerna dan keringat (Almatsier 2004).
4. Faktor- Faktor yang
Mempengaruhi Penyerapan Kalsium (Ca)
Semakin tingginya kebutuhan dan semakin rendah persediaan kalsium di
dalam tubuh maka semakin efisien absorpsi kalsium. Peningkatan kebutuhan
terjadi pada pertumbuhan, kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium, dan tingkat
aktivitas fisik yang meningkatkan densitas tulang. Jumlah kalsium yang
dikonsumsi mempengaruhi absorpsi kalsium. Penyerapan akan meningkat bila
kalsium yang dikonsumsi menurun.
Vitamin D dalam bentuk aktif 1,25 (OH)D3 merangsang absorpsi kalsium.
Vitamin D meningkatkan absorpsi pada mukosa usus denagn cara merangsang
produksi protein-protein kalsium. Absorpsi kalsium yang paling baik terjadi
dalam keadaan asam. Asam klorida yang dikeluarkan lambung membantu absorpsi
dengan cara menurunkan pH di bagian atas duodenum. Selain itu aktivitas fisik
berpengaruh baik terhadap absorpsi kalsium. Laktosa meningkatkan absorpsi bila
tersedia cukup enzim laktase. Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui
saluran cerna sehingga memberi waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsuim.
Selain itu juga terdapat faktor-faktor yang menghambat absorpsi kalsium
antara lain defisiensi vitamin D, asam oksalat yang terdapat dalam bayam,
sayuran lain, dan kakao membentuk garam kalsium oksalat yang tidak larut. Asam
fitat, ikatan yang mengandung fosfor yang terutama terdapat di dalam sekam
serealia, membentuk kalsium fosfat yang juga tidak dapat larut sehingga tidak
dapat diabsorpsi. Serat juga da[pat menurunkan absorpsi kalsium karena
menurunkan waktu transit makanan dalam saluran cerna sehingga mengurangi
kesempatan untuk absorpsi (Almatsier 2004).
5. Akibat Kekurangan dan
Kelebihan Kalsium (Ca)
Kekurangan kalsium pada masa
pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah
bengkok, dan rapuh. Semua orang dewasa terutama sesudah usia 50 tahun,
kehilangan kalsium dari tulangnya sehingga tulang mudah patah. Hal ini
dinamakan osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stres sehari-hari.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki. Selain itu
kekurangan kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia yang biasanya terjadi
karena kekuramgan vitamin D dan ketidakseimbangan konsumsi kalsium terhadap
fosfor.
Kadar kalsium darah yang sangat rendah dapat
menyebabkan tetani atau kejang. Kepekaan serabut saraf dan pusat saraf terhadap
rangsanagn meningkat sehingga terjadi kejang otot.
Konsumsi kalsium hendaknya
tidak melebihi 2500mg sehari. Kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal
atau gangguan ginjal. Selain itu dapat meneyababkan konstipasi atau susah buang
air besar. Kelebihan kalsium bisa terjadi bila menggunakan suplemen kalsium
berupa tablet atau bentuk lain (Almatsier 2004).
6. Angka Kecukupan Kalsium
yang Dianjurkan
Angka kecukupan rata-rata sehari untuk
kalsium bagi orang Indonesia ditetapkan oleh Widyakarya Pangan dan Gizi LIPI
(1998) sebagai berikut:
·
Bayi :
300-400 mg
·
Anak-anak
: 500 mg
·
Remaja
: 600-700 mg
·
Dewasa
: 500-800 mg
·
Ibu hamil dan menyususi :
+400mg
7.
Sumber Makanan yang
Mengandung Kalsium Tinggi
1. Sarden
Olahan ikan
laut ini dapat memenuhi kebutuhan kalsium tubuh hingga 33 persen. Konsumsi sarden
setidaknya sepekan sekali.
2. Keju
Keju yang
terbuat dari bahan dasar susu sangat baik dikonsumsi tubuh. Pilih keju parmesan
yang memiliki kadar kalsium tertinggi di antara jenis keju lainnya.
3. Sayuran hijau
Selain
susu, sumber kalsium terbaik lain adalah sayuran hijau. Untuk mendapatkan
kalsium maksimal, bayam dan brokoli merupakan pilihan yang tepat.
4. Kacang almond
Almond
tidak saja terkenal dengan vitamin E, kacang ini juga menyumbangkan sekitar
70-80 mg kalsium.
5. Tofu
Bahan utama
tofu yang terbuat dari kacang kedelai membuat tofu direkomendasikan sebagai
sumber kalsium pengganti susu.
6. Oatmeal
Selain
memiliki karbohidrat tinggi, semangkuk oatmeal juga mengandung 105 mg kalsium.
Makanan penyehat jantung ini pun kaya serat dan cukup bersahabat dengan
pencernaan.
7. Kale
Sayuran
dari keluarga Brassica ini bersepupu dengan brokoli. Secangkir kale memiliki 90
mg kalsium, yang artinya 3,5 cangkir kale akan lebih bermanfaat ketimbang satu
gelas susu.
8. Jeruk
Buah ini
tak hanya memiliki vitamin C tetapi juga menyediakan 60 mg klasium.
9. Susu Kedelai
Jenis susu
ini memiliki sekitar 300 mg kalsium jika dihidangkan tanpa apapun.
10. Biji Wijen
Satu ons
biji wijen diperkaya dengan 280 mg kalsium, jumlah yang hampir setara dengan
satu gelas susu.
11. Kacang Kedelai
Satu
cangkir kacang kedelai yang direbus tanpa garam menghasilkan 261 mg kalsium.
12. Salmon
Ikan
bergizi ini sarat dengan lemak sehat dan protein. Dan ternyata, tiga ons salmon
kalengan dengan tulang memiliki kandungan kalsium sebanyak 181 mg.
13. Yogurt
Porsi
delapan ons yogurt rendah lemak memiliki 415 mg kalsium, serta menyerap lebih
banyak kalsium ke tubuh dibandingkan susu dengan jumlah yang sama.
14. Lobak
Satu
cangkir lobak rebus sarat dengan sekitar 200 mg kalsium.
15. Brokoli
Manfaat
kesehatan dari brokoli tidak ada tandingannya. Raja dari dunia sayur ini kaya
akan 180 mg kalsium untuk satu cangkir penyajian saja.
16. Quinoa
Satu
cangkir quinoa yang telah dimasak menawarkan sekitar 60 hingga 100 mg kalsium.
Juga, makanan ini mengandung jumlah kalium yang tinggi, seng, dan protein.
17. Kacang Putih
Kacang
memiliki kalsium dengan tingkat yang cukup tinggi. Terdapat 442 mg kacang untuk
setiap 100 gram kacang. Kacang putih merupakan jenis kacang dengan tingkat
kalsium yang begitu tinggi. Kebanyakan kacang putih memiliki sekitar 175 mg
kalsium untuk setiap porsi.
18. Buah-buahan kering
Buah-buahan
kering mampu menawarkan hingga 135 mg untuk kategori 5 buah kering. Selain buah
kering, kacang almond yang biasa digunakan sebagai camilan ternyata juga
mengandung kalsium yang sangat tinggi. Karena di dalam 100 gram almond, Anda
akan mendapatkan 266mg kalsium.
8.
Analisis Kalsium Dalam
Makanan
Kalsium diperkirakan terdapat
dalam bahan makanan yang tersimpan.kalsium
mungkin mengendap bersama oksalat dengan keasaman
tertentu dimana Mg tidak ikut mengendap. Endapan kalsium oksalat kemudian
dikumpulkan dengan cara sentrifugasi, cara ini juga untuk memperoleh oksida dan
diperkirakan metode titrimetri juga dapat digunakan dengan adanya asam boric.
Reagen larutan indicator Ma-Zuzaga
Disiapkan 0,1% larutan metil merah dalam 95%
alkohol dan 0,1% larutan dari bromokresol hijau dalam 95% alkohol. Campurkan 5
volume larutan indikator bromokresol hijau dengan 1 volume larutan indikator
metil merah.
Prosedur (Jacobs, 1973):
Tempatkan tabung sentrifugasi netral secukupnya
atau seminimal mungkin larutan sampel asam sehingga mamuat 0,1 sampai 0,2 mg
kalsium dalam aliquot. Tambahkan satu tetes larutan indikator timol biru.
Tambahkan sejumlah larutan ammonium oksalatekivalen dengan sampel yang akan
dianalisis. Tambahkan larutan NaOH tetes demi tetes sampai timol biru menjadi
warna kuning. Biarkan 1–3 jam sampai kalsium oksalat mengendap. Lakukan
sentrifugasi pada 2000 rpm selama 10 menit, diambil cairan supernatan,
tambahkan 1 mL dari 0,5% larutan ammonium oksalat dan diputar lagi seperti di
atas. Diambil cairan supernatan, dikeringkan tabung sentrifugasi dalam oven
pada suhu 1000C. Pindahkan dari oven dan tempatkan dalam pendiam pada suhu
400-4500C selama 1 jam. Pindahkan tabung dari tempat pendiam, biarkan mendingin
dan direbus dalam penangas air. Tambahkan 0,5 ml dari 20% larutan panas asam
borat dengan bantuan pipet ukur dan biarkan tabung di dalam penangas air sambil
diaduk hingga terjadi pemisahan sempurna. Pindahkan tabung dari penangas air,
tambahkan 2,5 ml air dan dikocok. Tambahkan 2 tetes larutan indikator Ma-Zuzaga
dan titrasi dengan 0,01 N asam klorida sampai terbentuk warna merah muda.
Sebagai perbandingan titrasi campuran 0,5 ml asam borat, 2,5 ml air dan 2 tetes
larutan indikator.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar