Sabtu, 04 Januari 2014

Mineral Kalsium (Ca)


MINERAL  Klasium (Ca)

Mineral merupakan bagian dari tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Mineral digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg sehari. Mineral yang tergolong ke dalam mineral makro yaitu natrium (Na), klorida (Cl), kalium (K), kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), dan sulfur (S). Mineral yang tergolong ke dalam mineral mikro yaitu besi (Fe), seng (Zn), iodium (I), dan selenium (Se) (Almatsier 2004).
Sumber paling baik mineral adalah makanan hewani, kecuali magnesium yang lebih banyak terdapat di dalam pangan nabati. Hewan memperoleh mineral dari tumbuh-tumbuhan dan menumpukkan di dalam jaringan tubuhnya. Selain itu, mineral yang berasal dari pangan hewani mempunyai ketersediaan biologik lebih tinggi dari pada yang berasal dari pangan nabati.

1.                  Kalsium (Ca)
Kalsium adalah salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Menurut hasil penelitian, angka kecukupan rata-rata kalsium yang dianjurkan adalah 500-800 mg/orang tiap harinya dan pada usia menopause kira-kira 1000 mg/harinya (Gan, 1999). 
Kalsium diperlukan oleh tubuh karena setiap hari tubuh kehilangan kalsium melalui pengelupasan kulit, kuku, rambut, dan juga melalui urine dan feses. Kehilangan kalsium harus diganti melalui makanan yang dikonsumsi oleh tubuh. Jika jumlah kalsium yang diperlukan tidak tercukupi maka dapat menimbulkan penyakit yang disebut osteoporesis. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pengeropos tulang kemudian terkelupas. Akibat kekurang kalsium tulang menjadi rapuh misalnya pada orang berusia lanjut (Sumarianto dan Nurhaida, 1985).



2.         Fungsi Mineral Kalsium di dalam Tubuh
            Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh, yaitu 1,5-2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg. Sebanyak 99% berada di dalam jaringan keras, yaitu tulang dan gigi. Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2,25-2,60 mmol/l (9-10,4 mg/ 100 ml).
            Kalsium mempunyai berbagai fungsi di dalam tubuh yaitu untuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah, dan menjaga permeabilitas membran sel. Selain itu, kalsium juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan (Almatsier 2004).

3.         Metabolisme Kalsium dalam Tubuh
            Pada keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh. Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan, dan menurun pada proses menua, Kemmapuan absopsi pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada semua golongan usia. Absopsi kalsium terutama terjadi di bagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam keadaan terlarut. Absopsi kalsium terutama dilakukan secara aktif dengan menggunakan alat angkut protein pengikat kalsium. Absopsi pasif terjadi pada permukaan saluran cerna.
Banyak faktor mempengaruhi absorpsi kalsium. Kalsium hanya bisa diabsorpsi bila terdapat dalam bentuk larut air dan tidak mengendap karena unsur makanan lain seperti oksalat. Kalsium yang tidak diabsopsi dikeluarkan melalui feses. Jumlah kalsium yang diekskresi melalui urin mencerminkan jumlah kalsium yang diabsopsi. Kehilangan kalsium melalui urin meningkat pada asidosis dan pada konsumsi fosfor tinggi. Kehilangan kalsium juga terjadi melalui sekresi cairan yang masuk ke dalam saluran cerna dan keringat (Almatsier 2004).

4.         Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Kalsium (Ca)
            Semakin tingginya kebutuhan dan semakin rendah persediaan kalsium di dalam tubuh maka semakin efisien absorpsi kalsium. Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium, dan tingkat aktivitas fisik yang meningkatkan densitas tulang. Jumlah kalsium yang dikonsumsi mempengaruhi absorpsi kalsium. Penyerapan akan meningkat bila kalsium yang dikonsumsi menurun.
            Vitamin D dalam bentuk aktif 1,25 (OH)D3 merangsang absorpsi kalsium. Vitamin D meningkatkan absorpsi pada mukosa usus denagn cara merangsang produksi protein-protein kalsium. Absorpsi kalsium yang paling baik terjadi dalam keadaan asam. Asam klorida yang dikeluarkan lambung membantu absorpsi dengan cara menurunkan pH di bagian atas duodenum. Selain itu aktivitas fisik berpengaruh baik terhadap absorpsi kalsium. Laktosa meningkatkan absorpsi bila tersedia cukup enzim laktase. Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna sehingga memberi waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsuim.
            Selain itu juga terdapat faktor-faktor yang menghambat absorpsi kalsium antara lain defisiensi vitamin D, asam oksalat yang terdapat dalam bayam, sayuran lain, dan kakao membentuk garam kalsium oksalat yang tidak larut. Asam fitat, ikatan yang mengandung fosfor yang terutama terdapat di dalam sekam serealia, membentuk kalsium fosfat yang juga tidak dapat larut sehingga tidak dapat diabsorpsi. Serat juga da[pat menurunkan absorpsi kalsium karena menurunkan waktu transit makanan dalam saluran cerna sehingga mengurangi kesempatan untuk absorpsi (Almatsier 2004).

5.         Akibat Kekurangan dan Kelebihan Kalsium (Ca)
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok, dan rapuh. Semua orang dewasa terutama sesudah usia 50 tahun, kehilangan kalsium dari tulangnya sehingga tulang mudah patah. Hal ini dinamakan osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stres sehari-hari. Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki. Selain itu kekurangan kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia yang biasanya terjadi karena kekuramgan vitamin D dan ketidakseimbangan konsumsi kalsium terhadap fosfor. 
Kadar kalsium darah yang sangat rendah dapat menyebabkan tetani atau kejang. Kepekaan serabut saraf dan pusat saraf terhadap rangsanagn meningkat sehingga terjadi kejang otot.
Konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500mg sehari. Kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal. Selain itu dapat meneyababkan konstipasi atau susah buang air besar. Kelebihan kalsium bisa terjadi bila menggunakan suplemen kalsium berupa tablet atau bentuk lain (Almatsier 2004).

6.         Angka Kecukupan Kalsium yang Dianjurkan
            Angka kecukupan rata-rata sehari untuk kalsium bagi orang Indonesia ditetapkan oleh Widyakarya Pangan dan Gizi LIPI (1998) sebagai berikut:
·         Bayi                                         : 300-400 mg
·         Anak-anak                              : 500 mg
·         Remaja                                   : 600-700 mg
·         Dewasa                                   : 500-800 mg
·         Ibu hamil dan menyususi        : +400mg

7.                  Sumber Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi
1. Sarden
 Olahan ikan laut ini dapat memenuhi kebutuhan kalsium tubuh hingga 33 persen. Konsumsi sarden setidaknya sepekan sekali.
2. Keju
 Keju yang terbuat dari bahan dasar susu sangat baik dikonsumsi tubuh. Pilih keju parmesan yang memiliki kadar kalsium tertinggi di antara jenis keju lainnya.
3. Sayuran hijau
 Selain susu, sumber kalsium terbaik lain adalah sayuran hijau. Untuk mendapatkan kalsium maksimal, bayam dan brokoli merupakan pilihan yang tepat.
4. Kacang almond
 Almond tidak saja terkenal dengan vitamin E, kacang ini juga menyumbangkan sekitar 70-80 mg kalsium.
5. Tofu
 Bahan utama tofu yang terbuat dari kacang kedelai membuat tofu direkomendasikan sebagai sumber kalsium pengganti susu.
6. Oatmeal
 Selain memiliki karbohidrat tinggi, semangkuk oatmeal juga mengandung 105 mg kalsium. Makanan penyehat jantung ini pun kaya serat dan cukup bersahabat dengan pencernaan.
7. Kale
 Sayuran dari keluarga Brassica ini bersepupu dengan brokoli. Secangkir kale memiliki 90 mg kalsium, yang artinya 3,5 cangkir kale akan lebih bermanfaat ketimbang satu gelas susu.
8. Jeruk
 Buah ini tak hanya memiliki vitamin C tetapi juga menyediakan 60 mg klasium.
9. Susu Kedelai
 Jenis susu ini memiliki sekitar 300 mg kalsium jika dihidangkan tanpa apapun.
10. Biji Wijen
 Satu ons biji wijen diperkaya dengan 280 mg kalsium, jumlah yang hampir setara dengan satu gelas susu.
11. Kacang Kedelai
 Satu cangkir kacang kedelai yang direbus tanpa garam menghasilkan 261 mg kalsium.
12. Salmon
 Ikan bergizi ini sarat dengan lemak sehat dan protein. Dan ternyata, tiga ons salmon kalengan dengan tulang memiliki kandungan kalsium sebanyak 181 mg.
13. Yogurt
 Porsi delapan ons yogurt rendah lemak memiliki 415 mg kalsium, serta menyerap lebih banyak kalsium ke tubuh dibandingkan susu dengan jumlah yang sama.
14. Lobak
 Satu cangkir lobak rebus sarat dengan sekitar 200 mg kalsium.
15. Brokoli
 Manfaat kesehatan dari brokoli tidak ada tandingannya. Raja dari dunia sayur ini kaya akan 180 mg kalsium untuk satu cangkir penyajian saja.
16. Quinoa
 Satu cangkir quinoa yang telah dimasak menawarkan sekitar 60 hingga 100 mg kalsium. Juga, makanan ini mengandung jumlah kalium yang tinggi, seng, dan protein.
17. Kacang Putih
 Kacang memiliki kalsium dengan tingkat yang cukup tinggi. Terdapat 442 mg kacang untuk setiap 100 gram kacang. Kacang putih merupakan jenis kacang dengan tingkat kalsium yang begitu tinggi. Kebanyakan kacang putih memiliki sekitar 175 mg kalsium untuk setiap porsi.
18. Buah-buahan kering
 Buah-buahan kering mampu menawarkan hingga 135 mg untuk kategori 5 buah kering. Selain buah kering, kacang almond yang biasa digunakan sebagai camilan ternyata juga mengandung kalsium yang sangat tinggi. Karena di dalam 100 gram almond, Anda akan mendapatkan 266mg kalsium.

8.                  Analisis Kalsium Dalam Makanan
Kalsium diperkirakan terdapat dalam bahan makanan yang tersimpan.kalsium
mungkin mengendap bersama oksalat dengan keasaman tertentu dimana Mg tidak ikut mengendap. Endapan kalsium oksalat kemudian dikumpulkan dengan cara sentrifugasi, cara ini juga untuk memperoleh oksida dan diperkirakan metode titrimetri juga dapat digunakan dengan adanya asam boric.

Reagen larutan indicator Ma-Zuzaga
Disiapkan 0,1% larutan metil merah dalam 95% alkohol dan 0,1% larutan dari bromokresol hijau dalam 95% alkohol. Campurkan 5 volume larutan indikator bromokresol hijau dengan 1 volume larutan indikator metil merah.

Prosedur (Jacobs, 1973):
Tempatkan tabung sentrifugasi netral secukupnya atau seminimal mungkin larutan sampel asam sehingga mamuat 0,1 sampai 0,2 mg kalsium dalam aliquot. Tambahkan satu tetes larutan indikator timol biru. Tambahkan sejumlah larutan ammonium oksalatekivalen dengan sampel yang akan dianalisis. Tambahkan larutan NaOH tetes demi tetes sampai timol biru menjadi warna kuning. Biarkan 1–3 jam sampai kalsium oksalat mengendap. Lakukan sentrifugasi pada 2000 rpm selama 10 menit, diambil cairan supernatan, tambahkan 1 mL dari 0,5% larutan ammonium oksalat dan diputar lagi seperti di atas. Diambil cairan supernatan, dikeringkan tabung sentrifugasi dalam oven pada suhu 1000C. Pindahkan dari oven dan tempatkan dalam pendiam pada suhu 400-4500C selama 1 jam. Pindahkan tabung dari tempat pendiam, biarkan mendingin dan direbus dalam penangas air. Tambahkan 0,5 ml dari 20% larutan panas asam borat dengan bantuan pipet ukur dan biarkan tabung di dalam penangas air sambil diaduk hingga terjadi pemisahan sempurna. Pindahkan tabung dari penangas air, tambahkan 2,5 ml air dan dikocok. Tambahkan 2 tetes larutan indikator Ma-Zuzaga dan titrasi dengan 0,01 N asam klorida sampai terbentuk warna merah muda. Sebagai perbandingan titrasi campuran 0,5 ml asam borat, 2,5 ml air dan 2 tetes larutan indikator.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar